Entri yang Diunggulkan

Resmikan KRL Yogyakarta-Solo, Presiden: Ini Transportasi Massal Ramah Lingkungan

PEDOMAN.RAKYAT YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) Lintas Yogyakarta-Solo pada Senin, 1 Mare...

Perdana, Pejabat Publik dan Tenaga Kesehatan di Takalar jalani Vaksinasi

 



PEDOMAN.RAKYAT TAKALAR - Setelah berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam pencegahan penularan virus Covid-19, hari ini secara perdana Pemerintah melakukan vaksinasi serentak terhadap tenaga kesehatan dan pejabat publik di Takalar. 


Pencanangan dan proses vaksinasi dilaksanakan di Gedung Farmasi, RSUD Padjonga Dg Ngalle yang diikuti sebanyak 10 pejabat publik dan tenaga kesehatan 1400 orang diseluruh kabupaten Takalar. 


Pejabat publik yang menjalani screening untuk mendapatkan vaksinasi diantaranya, Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt, MM, Wakil Bupati Takalar H. Achmad Se're, Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya, Kapolres Takalar AKBP Benny Murjayanto, Dandim 1426/Takalar  Letkol Czi Catur Witanto, Ketua Pengadilan Negeri Arwana, S.H, M.H, Ketua Pengadilan Agama Takalar dan ketua MUI Takalar H. Hasid Hasan. 


Vaksinasi untuk tenaga kesehatan ini rencananya akan dilaksanakan hingga bulan Februari mendatang dengan jumlah vaksin yang dikirimkan dari Dinkes Sulsel untuk kabupaten Takalar sebanyak 2960. 


"Kemarin kita mendistribusikan vaksin ke tiap-tiap Puskesmas dengan pengawalan ketat dari Kepolisian dan hari ini kita vaksin serentak. Targetnya hingga bulan Februari pelaksanaan vaksin untuk Nakes ini. Setelah itu baru dilanjutkan ke TNI-Polri, dan ASN, dan terakhir masyarakat. Targetnya sampai tahun depan pelaksanaan vaksin ini," papar Kadis Kesehatan Takalar dr. Rahmawati. 


Pada vaksinasi awal, nakes dan pejabat publik yang memenuhi persyaratan diperbolehkan untuk divaksin, sementara yang belum memenuhi persyaratan menunggu kondisi fisik hingga memenuhi syarat. Hal serupa berlaku untuk tenaga kesehatan.


Bupati Takalar H. Syamsari dalam sambutannya menyampaikan harapan agar pemberian vaksin ini dibarengi dengan pemulihan ekonomi nasional. 


"Semoga ada kebijakan, agar orang yang sudah divaksin tidak perlu lagi di rapid test, agar kondisi dinamis masyarakat terbuka dan perputaran ekonomi kita bisa kembali bangkit. Karena selama pandemi ini, kondisi perputaran ekonomi kita lesu. Tidak bisa dipungkiri itu," pungkas H. Syamsari. 


H. Syamsari juga menghimbau agar masyarakat tidak mempercayai isu-isu hoax sekaitan dengan vaksin termasuk terkait kehalalan vaksin Sinovac tersebut. 


Selaku pemerintah, pihaknya mendukung penuh vaksinasi untuk mencegah penularan covid dan meningkatkan imun masyarakat agar tidak mudah tertular Covid-19.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel